Mengenal lebih dekat, Apa Itu Nyepi?
- 29 Maret 2025
Boyolali - STIAB Smaratungga menyelenggarakan kegiatan Sivitas Akademika dengan tema "Apa itu AI dan Bagaimana Cara Bijak Menggunakan AI di Dunia Akademik" pada Rabu (21/1/2026) pukul 09.00 WIB di Ruang Auditorium. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dari semua program studi ini menghadirkan Dr. Partono Nyanasuryanadi, M.Pd., M.Pd.B. sebagai pembicara utama dengan moderator Budhi Bawono, M.Pd.
Momen istimewa dalam kegiatan ini adalah peluncuran E-Book berjudul "Mengenal AI: Kecerdasan Buatan dan Cara Bijak Menggunakannya" yang disusun oleh Dr. Partono Nyanasuryanadi, M.Pd., M.Pd.B. E-Book ini hadir sebagai panduan komprehensif bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam memahami dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan secara bertanggung jawab di lingkungan akademik.
E-Book yang diluncurkan membahas berbagai aspek penting terkait AI, mulai dari pengertian dasar, cara kerja, manfaat, hingga risiko dan tantangan penggunaannya. Yang menarik, buku ini juga mengintegrasikan perspektif etika digital Buddhis dan Applied Buddhism dalam konteks penggunaan AI, menjadikannya sumber bacaan yang unik dan relevan dengan konteks pendidikan tinggi Buddha.
Dalam paparannya, Dr. Partono menekankan pentingnya literasi AI bagi mahasiswa di era digital saat ini. AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses pembelajaran, namun banyak mahasiswa yang tidak menyadari bahwa mereka sedang berinteraksi dengan sistem AI. Pemahaman kritis tentang cara kerja dan dampak AI menjadi sangat penting agar teknologi tersebut tidak digunakan secara pasif dan tanpa pertimbangan etis.
"AI adalah alat bantu yang sangat powerful, namun mahasiswa harus memahami bahwa AI tidak dapat menggantikan proses berpikir kritis, kreativitas, dan tanggung jawab akademik yang menjadi inti dari pendidikan tinggi," tegas Dr. Partono dalam presentasinya.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah prinsip bahwa AI harus digunakan sebagai alat bantu yang mendukung proses belajar, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia. Dalam konteks akademik, AI dapat membantu mahasiswa memahami gambaran umum suatu materi, menyusun kerangka awal tulisan, atau mengelola informasi secara lebih sistematis. Namun, proses inti dalam pembelajaran seperti menganalisis, menilai kebenaran, dan menarik kesimpulan tetap harus dilakukan secara mandiri.
Dr. Partono juga mengingatkan bahwa setiap hasil yang dihasilkan AI perlu diverifikasi melalui sumber akademik yang kredibel. AI dapat menghasilkan jawaban yang terlihat meyakinkan, tetapi tidak selalu akurat atau kontekstual. Oleh karena itu, sikap kritis dan selektif menjadi kunci dalam penggunaan AI yang bijak.
Aspek menarik dari sivitas akademika ini adalah pembahasan tentang etika digital Buddhis dalam penggunaan AI. Dr. Partono menjelaskan bahwa dalam perspektif Applied Buddhism, penggunaan AI termasuk dalam pengeditan gambar atau pembuatan konten harus dinilai melalui empat pertanyaan reflektif Dhamma: cetanā (niat), dukkha (potensi menyakiti), sacca (kejujuran), dan karuṇā (welas asih).
Pendekatan ini memberikan kerangka etis yang mendalam bagi mahasiswa dalam menggunakan teknologi. Teknologi dapat berkembang pesat, namun nilai-nilai Dhamma tetap menjadi pedoman moral yang relevan di era digital.
Salah satu prinsip utama yang ditekankan adalah integritas akademik. Mahasiswa perlu memastikan bahwa AI tidak menggantikan proses belajar yang seharusnya dijalani secara mandiri. Praktik seperti plagiarisme, ketergantungan berlebihan, atau menyamar karya AI sebagai karya pribadi merupakan tindakan yang tidak etis dan dapat merugikan perkembangan intelektual mahasiswa itu sendiri.
Transparansi dalam penggunaan AI, misalnya dengan menyatakan bahwa AI digunakan sebagai alat bantu awal, dipahami sebagai bentuk praktik moral yang selaras dengan integritas akademik dan tanggung jawab pribadi.
Sebagai kelanjutan dari komitmen dalam pengembangan literasi AI, STIAB Smaratungga mengumumkan pembentukan Smaratungga AI Community. Komunitas ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang tertarik untuk mempelajari, berdiskusi, dan mengembangkan pemahaman tentang kecerdasan buatan secara lebih mendalam.
Smaratungga AI Community akan menjadi platform kolaboratif yang memfasilitasi berbagai kegiatan seperti workshop, diskusi, berbagi pengetahuan, dan pengembangan proyek-proyek berbasis AI yang beretika dan bermanfaat. Komunitas ini terbuka bagi mahasiswa STIAB Smaratungga maupun masyarakat umum yang ingin bergabung.
Bagi yang berminat untuk menjadi bagian dari Smaratungga AI Community, pendaftaran dapat dilakukan melalui link: https://forms.gle/vSvsCfLq1XxNu59x9
Inisiatif pembentukan komunitas ini menunjukkan keseriusan STIAB Smaratungga dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari seluruh mahasiswa yang hadir. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan banyak mahasiswa yang mengajukan pertanyaan seputar penggunaan AI dalam berbagai konteks akademik, mulai dari penulisan tugas, riset, hingga pembelajaran mandiri.
Para mahasiswa juga menyambut baik peluncuran E-Book dan pembentukan Smaratungga AI Community. Banyak mahasiswa yang langsung menyatakan minatnya untuk bergabung dalam komunitas ini sebagai wadah untuk terus belajar dan mengembangkan pemahaman tentang AI.
Kegiatan sivitas akademika ini menunjukkan komitmen STIAB Smaratungga dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi era digital dengan bekal literasi teknologi yang kuat dan landasan etika yang kokoh. Dengan mengintegrasikan pemahaman teknologi dan nilai-nilai Buddhism, institusi berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana secara moral.
Dr. Partono menegaskan bahwa penggunaan AI yang bermakna menuntut kesadaran etis dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa perlu memahami bahwa setiap pemanfaatan AI memiliki dampak terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga perlu digunakan secara jujur, kritis, dan menghargai nilai kemanusiaan seperti keadilan, empati, dan martabat manusia.
Pembentukan Smaratungga AI Community menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pembelajaran tentang AI tidak berhenti pada satu kali kegiatan, melainkan berlangsung secara berkelanjutan melalui diskusi, kolaborasi, dan pengembangan bersama.
Pada akhirnya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendukung terciptanya kehidupan digital yang lebih bermakna dan manusiawi. Teknologi AI seharusnya membantu mahasiswa hidup lebih seimbang, berdaya, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. AI yang digunakan dengan bijak dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendorong kesejahteraan bersama.
STIAB Smaratungga berharap kegiatan sivitas akademika seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk memberikan pemahaman mendalam tentang perkembangan teknologi dan implikasinya bagi dunia pendidikan. Dengan pemahaman, etika, dan kebijaksanaan, AI tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga alat untuk membangun masa depan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan Dhamma.
E-Book "Mengenal AI: Kecerdasan Buatan dan Cara Bijak Menggunakannya" kini tersedia bagi seluruh sivitas akademika STIAB Smaratungga dan dapat diakses secara digital sebagai rujukan dalam penggunaan AI di lingkungan akademik.
Bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin terus belajar dan terlibat aktif dalam diskusi seputar AI, STIAB Smaratungga mengundang untuk bergabung dalam Smaratungga AI Community melalui link pendaftaran: https://forms.gle/vSvsCfLq1XxNu59x9
Tim Redaksi STIAB Smaratungga